Showing posts with label Kemarahan jiwa.. Show all posts
Showing posts with label Kemarahan jiwa.. Show all posts

February 28, 2014

Kamulah hening dan Akulah Ribut

Ketika hening yang bercerita.. Kira-kira apakah yang akan Ia ceritakan?
Keheningan itu kamu. Gelap, seperti Kopi pekat. Americano yang aku suka kala aku merasa pasti.

Kamu keheningan yang menjadi candu di dalam hari-hariku. Hari-hariku yang berisik.
Pernahkah kamu sadar? dalam diam aku memperhatikanmu.Memperhatikan senyummu. Tingkah lakumu.
Gerikmu, Candamu.
Kamu sudah berani masuk kedalam hatiku diam-diam. Dan bodohnya penjaga gerbang di hatiku tampaknya juga terlena sama cover depan kamu.
Kamu yang selalu kritis terhadap perkembangan politik Indonesia yang selalu penuh Drama.
Hei aku juga sama, tapi entah kenapa, kalau itu kamu semua berbeda.
Wajahmu tegas. Kamu kelahiran 93 tapi itu tak terlihat di wajahmu.
Mungkin tinggimu yang hampir sama sepertiku yang membuatmu terlihat muda, Rambutmu yang biasanya gondrong, kini menjadi cepak, dan kamu pun terasa berbeda. Lebih mempesona.
Tawamu yang khas. Melengking tegas. Dan suara bariton itu.

Tahukah kamu? Jantungku terasa hilang berlari sembunyi. berdebar kencang. Kala sosok heningmu dalam Sweater putih kebesaran itu menghampiriku. Kacamata frame putih yang selalu kamu lepas ketika berhadapan denganku. Tanpa kata saat itu. Aku terpaku sebenarnya, tersihir kecantikan senyum ber behel milikmu.
Ha!? Kamu bakat jadi penghipnotis rupanya?

Kembali, ke celotehan-celotehan kita di Jejaring burung biru muda, Kamu. Masih dengan ke Kritisanmu.
Dan sekali kata-katamu menohok aku. "Yek stalkingan". Aku tahu kamu bercanda.
tapi jujur itu yang kulakukan. Mengetahui salah satu progres tebaru dari ke Kritisanmu terhadap Bobroknya Politik Indonesia. Aku heran, kamu bercita-cita menjadi CEO entah kenapa, kamu malah lebih terlihat sebagai calon Politikus. Oh oke, Tuhan Maha Asyik katamu.

Bagiku, Tuhan itu Maha Puitis. Tuhan bisa nyiptain skenario Dramatis, Tuhan punya Alternatif.
Iya. Asyik, Dan entah aku selalu bisa sependapat denganmu. Eh, ngga juga sih kita berbeda pendapat saat menentukan Jargon Acara jurusan kita. Dimana aku adalah panitia yang sama satu sub acara denganmu. hanya berbeda sie saja.. Kamu konsumsi dan aku Keamanan.. Terbalik kan? Ya itulah kita. Selalu saling melengkapi.

Aku suka caramu. Aku suka kecerdasanmu. tapi aku kurang cinta kesarkatisanmu.
Entah Kata-katamu selalu bisa menohok aku.

Ketika Kamu khawatir pada keadaanku saja aku sudah melonjak bahagia. Padahal. Si Cina itu yang lebih dekat denganku saja tak menanyakan keadaanku. Ia hanya menanyakan Kediri aman atau tidak. Gila saja. emang aku emaknya? emang aku sie keamanannya Kediri? kenapa tidak bertanya pada Kedirinya sendiri.
Oke aku marah, aku marah karena orang yang dulunya aku agungkan malah tidak peduli pada keadaanku sama sekali. aku marah sekali. aku benci.

Kini, aku tak ingin jatuh terlalu dalam. Bukan apa-apa, sakit kalau harus menghadapi kenyataan jatuh dan terluka lagi padahal luka yang lama belum kering. Ya itulah aku, Selalu ceroboh. Bahkan dalam hal cinta.
Aku muak. iya Muak. Muak sama semua. .
Sama sifatku, Sama sifat gengsi tinggiku, hashh,.
Bukankah. Karena tulang rusuk & pemiliknya takkan pernah trtukar & akan bertemu pada saat yang tepat menurut ilmu-Nya.."
Itu yang aku percaya sampai detik ini.
Oke aku memang pernah terjebak rasa pada orang berbeda agama. tapi kali ini Dia ada pada sisi yang sama. Kenapa tidak kugantungkan hidupku padanya,.
Oh tidaakkkk... aku belum percaya. aku masih meragu.

Dan kamu dear. Keheningan. Semoga Tuhan yang Maha Asyik membaca surat kecilku ini.

September 13, 2013

Perbedaan Kita

Kata mereka, "Perbedaan itu indah, Perbedaan itu istimewa".

Tapi aku tidak merasakan sama sekali dimana keindahan itu terletak..
Tercabik-cabik itu yang aku rasakan di dalam hati ini...



Ada yang berbeda dari kita.....

Entah itu status, Keyakinan,usia, ras...

Susah..

Ada yang menusuk dan membuat sesak di hatiku...

Ketika aku melihatmu dangan rosario yang terselip ditanganmu
Menengadah kepada Tuhan.mu

Ya.  Sedang aku mengalunkan seruan-seruan memuji Tuhanku dengan Tasbih yang tergenggam erat ditanganku.

Menyakitkan.
Ketika melihatmu dengan Alkitab kecilmu. mulai membaca Ayat-ayat itu dengan tenang.
Sementara aku dengan Al Qur'an ku yang agung.
Dan Kita merapalkan doa yang sama.

Ku alirkan air mata didalam sujudku Menyembah Allah SWT, Sedang Kamu dengan Rosario dan Alkitabmu  dalam Persekutuan doa dengan Tuhan.mu...
Apa yang harus aku lakukan??
Terkadang aku ingin menangis melihat kita yang seperti ini....
Jika aku tulang rusukmu mengapa kita di ciptakan di keyakinan yang berbeda? :'(


Salahkah kita?
Salahkah agama kita?
Salahkah perbedaan kita?


Katamu, " Tuhan itu satu, pada akhirnya kita akan merujuk pada Tuhan yang sama"

Kataku, " Iya, Tuhan itu satu, tapi tujuan kita yang tak sama??"

Dan kamu hanya bisa diam.

Kamu, dengan segala kerumitanmu, dengan sabarnya mengingatkanku agar tak meninggalkan kewajiban dari keyakinanku,
Dan aku dengan kekeras kepala.an ku, memintamu agar tak meninggalkan agamamu hanya demi hubungan ini.


Siapakah yang salah disini?
Sehingga hari-hari yang berat ini harus kita lalui?
Mengalirkan air mata karena perbedaan kita. Kebodohan kita,,
Salahkan Cinta yang tumbuh diantara kita.

Mengapa juga agama harus menjadi jurang pemisah yang menganga dengan lebarnya diantara kita.

Akankah semua ini berakhir seperti Kisah Disney Fairytale yang selalu kita lihat bersama?

Aku untuk Kamu, Kamu untuk Aku,
Namun semua apa mungkin?
Iman Kita yang Berbeda. :')

Demi Tuhan, Aku mencintaimu,, :)

Dear S....

May 12, 2013

Lies

Jika kamu tau apa itu hidup...
     Kamu pasti tak akan membuat itu jadi sia-sia..

Tapi pada dasarnya. Aku tetap sama.
Sosok kekanakan yang selalu berkata " Aku baik-baik saja."
Padahal, pada kenyataannya aku adalah sosok yang rapuh yang selalu menopang diriku dengan masa lalu.
Masa lalu yang selalu kuingat-ingat-dan ingat lagi.
Meski aku dengan baik, membungkusnya, mengatakan bahagia menjalani hidup dengan manusia-manusia munafik di sekitarku.
Tapi, adakah yang tahu setiap malam datang, aku menangis, ketakutan, histeris. Semuanya datang menghantuiku, baik itu masa lalu dan kenanganku.

Mereka, manusia-manusia bertopeng yang hidup di sekitarku, yang katanya memahamiku. Pura-pura, sok tahu tentang aku.
"aku paham sifatmu, Nand." itu yang mereka katakan.
Munafik?!
Bagaimana mereka bisa tahu tentang diriku? Sedang aku sendiri tidak tahu diriku yang sebenarnya.
Aku sendiri selalu bersembunyi dibalik senyuman bahagia, dan wajah " I'm okay, nothing wrong with my life. Im enjoy it"

Bullshit?!

Bullshit, kalo emang benar kaya gitu.

yahhh.... Eenie Meeny Miny Moe...  :)

February 27, 2013

Februari

Februari. Yah… Bulan penuh cinta memang.
Tapi entah kenapa, aku merasa akan lebih baik jika bulan ini cepat berlalu, atau dihilangkan saja? Banyak, bahkan terlalu banyak kenangan pahit yang disimpan bulan ini. Perlukah aku jelaskan?
Yah, sebut saja, bulan ini, aku mulai merasakan cinta, dan tepat di bulan ini cinta itu juga harus mati. Tahun lalu tepat di bulan yang sama, Cinta juga membunuhku. 3 tahun lalu, tepat di bulan yang sama, aku kehilangan cintaku. 10 tahun yang lalu. Tepat di bulan yang sama juga. Aku ditinggalkan sahabat terbaikku untuk selamanya. Masih mau bilang ini bulan penuh cinta? Pada kenyataannya ini bulan yang penuh dengan ‘SHIT’. Penuh dengan omong kosong. Penuh dengan lubang.

Hahaha….
Aku cukup menertawakannya saja.  Menertawakan kamu yang begitu memuja bulan ini. Pernahkah kamu merasakan, aku, perasaanku ketika kamu mengatakannya? Penderitaanku karena harus menjalani sebuah dilemma hidup dimana ada kamu didalamnya? Kenangan bersamamu untuk yang terakhir kali, Janji-janji kecil yang cukup membuat aku tenang. Yang membuat aku tidak perlu khawatir malam datang dan melaluinya dengan tenang karena aku yakin ada kamu disana, di hari selanjutnya. Pernah kamu pikir bagaimana rasanya melewati malam dengan kekhawatiran. Layaknya seorang anak kecil yang takut akan kegelapan dan monster malam? Kamu tahu bagaimana rasanya berada dalam posisi itu?
Berkali-kali aku memilah, membungkus satu persatu ingatanku. Sudah kukuatkan ikatannya agar tak lepas lagi. Ingatanku akan sosokmu yang dengan santainya berkata, ‘aku sudah bahagia sekarang, hiduplah dengan tenang dan layak ya?’. Kamu pikir mudah? Kamu yang bodoh atau aku yang oon disini?
Aku pikirkan berkali-kali, apa yang salah denganku? Apa yang salah dengan cara berpikirku? Atau bahkan ada yang salah dengan otakku, dengan kata lain, aku gila.
Ha? Ya, aku gila, gila karena kamu, sehingga aku harus di isolasi di ruang yang bernama kesendirian, dan bukan hanya jiwaku saja, tapi ragaku juga, ikut terisolasi. Hujan yang tidak mengijinkan aku untuk keluar dari rumahku sendiri. Dia tahu aku pribadi sendu, yang selalu menangis tiap aku merasa tertekan. Ya, menangis hanya satu-satunya jalanku membebaskan emosiku. Tapi emosiku hanya aku yang menyimpannya sendiri.
Kalian tahu, lampiasanku disini adalah salah satu bentuk nyata dari sebuah kecengenganku. Yang harusnya ini yang aku ceritakan pada kamu..
Lampiasan dari jiwaku, yang kini mati-matian membendung duka yang dengan kreatifnya kamu ciptakan dan tanamkan dihatiku. Oh, aku tahu, kenapa, karena kamu pikir, hatiku sudah rusak? Tubuhku sudah renta, hingga kamu bunuh perlahan begitu. Kenapa tidak saja langsung kamu bunuh, langsung hentikan jantungku, seperti penyakit yang aku derita? Mudah kan?
Tapi, itu semua adalah pilihanmu, aku tak lebih dari bonekamu. Benar kan?

January 27, 2013

Kicauan Miring.

Dear readers.. attoo Viewers.. Atou Galauers.. Ato bahkan Korban PHP-ers..

#eciie curhat dia..

Udah ah.. ngga minat ngoceh aku... lagi frustasii...
Kepala senut-senut,, akibat jadwal yang tidak teratur ditambah lagi musim hujan yang ga berhenti-berhenti di sini..
Efeknya itu lohh ikut nyesep di Hati..
huft..

Kalian ngerti rasanya capek kan?
Gimana?


Ya gitu dehh.. Yaudah?!

Dari puncak kepala turun ke seluruh tubuh.. Entah ini gejala-gejala mau sakit ato gimana ya?
tapi pokoknya kepala senut-senut kaya ada timer bom disana.. #titiititititititiittii... Jduuaaarrrrr
PecAH?!

Belum lagi ditambah jadwal-jadwal tidak teratur yang semakin menghancurkan kepala tubuh dan otakku...
Dan lagi Pikiran-pikiran tentang dia yang membuat hatiku sesak juga...

Kelelahan itu bertubi-tubi menumpuk ditubuh ini,, Sehingga butuh bagiku menyisihkan waktu untuk menenangkan diri dan segalanya yang ada di dalam tubuhku.. Aku lelahhh... pingin deh aku teriak kaya gitu kenceng-kenceng tapi kelihatannya guru-guru sadis di SMA ku tidak mengijinkan aku untuk sekedar rehat barang semenit-dua menit, Seakan" rehat, istirahat adalah kata tabu untuk di ucapkan..

Tapi setidaknya aku terhibur oleh sang malam... dan pagi ini aku bertemu matahariku,, Dua hal yang ngga bisa aku abaikan gitu aja...
Ya,, sang malam,, Dengan misterinya, dan sang matahari galau dengan cintanya.

Aku beruntung ,, mereka ada di hidupku,, sang matahari memang tidak bisa disandingkan dengan sang malam yang kelam,, tapi,, inilah aku sang senja yang berada diantara matahari dan sang malam...

Entah akhir-akhir ini aku menjadi seseorang yang cukup plin-plan.. Pribadi yang menyebalkan.. dan egois,
Inginnya hanya menikmati malam sendirian,, dan memiliki matahari di hari-hariku.. seakan" mereka adalah milikku pribadi.. hahah Egois kan,, padahal,, diluar sana Matahari milik semua orang, dan sang malam pun begitu?
Sementara itu aku mulai sadar kalau aku sendirian...
Ya.. sendirian.. Mengerikan kan?

Jadi Forever Alone karena keegoisanku, dan ketertutupanku terhadap mereka yang lain.

Aku memang tertutup terhadap cinta, hanya untuk menutupi sifat mudah jatuh cintaku yang membuat aku terlihat Rapuh,, dan mungkin bisa di Cap sebagai Cewek cap Jablay.. Ha?
Iya emang bener kan?
Terus Apa namanya kalo gitu?

Sampai-sampai zodiakku juga mengatakan kalo pribadiku ini bukan tipe orang yang setia...
beda banget..
Jujur itu bukan satu kebanggaan buat aku..
Ngga munafik kan kalo aku bilang kaya gitu?
Justru ini yang menyebalkan buat aku,,,
Oke katakanlah aku pacaran sama 1  orang tapi pacaran baru 1 jam aku sudah bosan setengah mati dan lebih cenderung memikirkan orang yang ngga pernah nganggep aku ada
Harusnya aku bisa lebih realis kan?
Kalo nyatanya kamu masih mikirin dia ngapain kamu terima dia? malah nyakitin hatinya kan?
dan hebatnya aku ngga peduli, dia sakit hati ato hancur.. tuh egois banget kan? yang aku pikirkan hanya diriku sendiri. aku ngga pernah peduli dia sakit karena aku ato ngga.. haha.. kasihan.. Aku tahu mungkin dosa terbesarnya dia adalah mengenalku.

Ya mengenalku, adalah kesalahan terbesar mereka..
Karena aku ngga bisa move on dari Matahariku,
Konyol?

Bukan konyol.. tapi terbawa perasaan..

Terbawa perasaan akan cinta yang mustahil banget aku dapetin..

Aku menyayanginya, dan aku yakin dia jadi my last..

Padahal... Kalo dipikir" lagi pendapat Tuhan ga bakalan bisa sama seperti pendapat kita..
ya kan?

Ngga tahu deh udah berapa laki-laki yang aku sakitin demi Matahari ini.. aku ngejar obsesi yang ngga bakalan nyata..
Dia itu kan fatamorgana. Nand..Pecuma, kamu nangis gulung, Kondo mak.mu, dia ngga bakalan ngereken..

Ngerti ga sih kamu,,
Jangan bisamu cuma nangis liat dia jalan ama pacarnya.. hak.mu apa nangisin dia?
Toh nyokapnya, yang punya hak sepenuhnya atas dia aja bilang, "No comment" lah kamu?

Ya ellahh Kalo bisa aja...
Udah deh hibur dirimu sama sahabat-sahabatmu,
Hibur dirimu,, sama misterinya sang malam, ato mungkin kamu bisa nyoba jadi mafia cinta? hah?
Mafia tuh ngga takut sakit hati, ngga takut disakitin?
Paham?

dan sekarang kalo aku mulai gila aku ngeliatin foto-foto ini
Sendirian, dan ketawa-ketawa sendiri,, Ternyata aku ngga sendiri,,, Aku bukan JABLAY ?!
Senengnyha aku waktu menyadari hal ini..
Sekarang terserah orang diluar sana mau berkicau apa saja tentang aku, yang bilang ibu-ibu, Lucu, Freak, Non sense banget... I dont care guys,, aku loh cuek?!






Im happy with my own style..




January 21, 2013

Ekspektasi Berlebih..

Pernah punya seseorang yang kalian harapkan bisa bersama kalian kelak?
Entah cuma jadi pacar dan buat seneng-seneng?
Entah cuma buat status,
Entah buat ojek gratis, makan gratis, nge mall gratis?
Ato cuma buat gengsi?

Sebaiknya kalian koreksi lagi deh tujuan kalian buat pacaran kalo nyatanya tujuannya cuma seperti diatas?
Absurd banget tau,, Awas kena karmanya.

Memang sih kesannya kok dari mata turun ke hati terus kalo dipikir-pikir lagi bisa buat kecengan yang gak malu-maluin,,
Nah loh...
Gimana kalo kalian udah naroh harapan sama doi eh ternyata dianya.. #udah suka sama yang lain.. jdoeengg... stress ga lo? yang ada paling lo galau bertubi-tubi, gila bahkan sampe pingin bunuh diri,
Eh, ga salah di kamu ato di doinya loh ya?

Emang sih kalo menurut pandangan/ dogma agama hal yang kaya gitu itu dilarang- bahkan haram banget.ngambil milik orang lain. sama aja nyuri kan?

Tapi kalo udah cinta ? gimana lagi?
ngelantur tuh kan..

eh jangan sampek kalian salah artian yang akhirnya menjurus ke keputusan gila dari kalian yang menganggap aku tidak normal..
Eh aku normal kok, masih suka cowok. meskipun cowo itu cantik,, ya cantik, aku suka cowo cantik,, karena ya itu faktor A. Dari mata turun ke hati.

Meski ekspektasiku berlebih, kakak cantik itu ngga bisa aku deketin, tapi nih bukannya aku ngga usaha,, dari ikutan acaranya dia,sambil dikit" modus gitu, cari-cari alasan buat tanya-tanya tentang acaranya dia. sebenernya bisa aja sih, aku suruh temenku tanya-tanya ke doi,, nah Kalo gitu ceritanya aku ngga punya alasan buat modusin dia donk?

Ya gini ini terjebak di cinta yang aku buat-buat sendiri,, terkatung-katung sendiri, mengagumi dari jauh, dan hebatnya lagi dia ngga sadar.


Eh iya loh,, bukannya kalo barang itu udah ada yang punya, dan kemudian barang itu di buang meskipun kita menilai barang itu masih bagus dan layak guna, dan kita ngambil barang bekas itu, apa namanya kita bukan pemulung..

sekarang loh ya, coba pikirin?
Pemulung kerjaannya ngapain?
Ngambil barang kan?
Barangnya udah pernah dipake orang?
Udah kan?

terus  samain nih.
Cowo/cewe itu sudah pernah ada yang punya ngga?
Terus, doi dibuang ama mantannya ga?
Berarti doi bekas orang ngga?
Terus kita jadiin doi pacar kita, Eh itu pernah ada yang punya loh ya?
Apa ngga sama aja kita ngambil barang bekas ?
apa ngga sama aja kaya pemulung.
logikanya sih.. begitu,,

Tapi Agnes Monica kan bilang
"Cinta ini kadang-kadang tak ada logika"

Betul gak tuh.. yah .. kalian kan bisa berpikir sendiri sih..
Aku cuma berpendapat dalam kebingungan, kegalauan, kenyesekan yang luar binasa.. 
Memainkan Game ini sendirian..


January 18, 2013

Malam dengan Kesunyiannya

"Malam itu indah"

Itu yang kamu katakan jelas.. :)

Tapi sekarang, aku merasa  bukan apa-apa,,
Karena Di dalam malam itu tidak ada sosokmu..
Kamu masih tetap Mentari yang dulu,
Yang menyinari seluruh hati, hari dan bahkan jiwaku..

Apakah kamu menganggapku hanya malam yang sekedar malam?
Tempat semua orang mengabaikanku?
Apa kamu sama seperti mereka,

Jangan katakan kamu, juga menganggap seperti itu,
Jangan!!!
Itu sama saja membunuhku,,
..

Pernah melihat matahari dalam gelap?
Harapanku juga pernah sirna karena pertanyaan konyol ini..


Namun aku terus mencari, mencari, dan mencari..
Meski tanganku gemetaar,
Jiwaku lelah..
Tubuhku tak lagi tegak..
Hampir tak bernyawa juga,
Aku terus berusaha..

Beranjak dari cemoohan mereka..

Tau bagaimana rasanya?



 Ya seperti boneka itu,
Mati!
Ditusuk tepat di hati,

Coba kamu yang jadi boneka itu?
Rasakan perihnya di tusuk..
Di Buang, atau di abaikan...

Cuma aku yang bisa merasakan.. karena aku korbannya.. :)

Berkabung Bersama Mendung

Aku sudah lupa rasanya mengerjapkan mata katerna Matahariku,
Aku gagu rasanya, bersentuhan dengan sedikit matahariku

Kamu tau Kenapa?

Karena aku sudah hidup bersama mendung untuk waktu yang lama,
 Mengertikah kamu bagaimana rasanya ?
Berada di tempat yang mengerikan tanpa adanya cahaya?

Hanya matahari yang kuharapkan ditengah dingin ini..
Aku benci dingin..

Aku butuh matahariku,
Untuk menghangatkan hatiku yang sudah kaku.

Mungkin,,
Matahari masih tak bisa melihatku
Karena ada mendung yang menyelimutinya...
Heran. Dia matahari tapi tak kuasa atas mendung.
Harusnya bisa saja ia menghalau mendung itu untuk jadi hujan

Benar kan?

Ternyata matahari masih belum bisa berpikir waras.


January 14, 2013

Apa Perlu Ku Tegaskan?!

Saat ini mungkin hanya keheningan yang dapat mengerti aku, ya , Keheningan.
Mereka diam dan mendengarkan aku..
Sedang titik-titik hujan diluar sana? 
Mereka egois?! , Berisik semaunya sendiri, mereka pikir aku butuh, mendengarkan dengungan mereka dari teras rumahku? Tidak?! 
Ya, kutegaskan sekali lagi, Tidak..
Bagiku sekarang hujan itu sesuatu yang cengeng.. 
Hei, bukan berarti aku tidak suka hujan, hanya saja aku M.U.A.K. !, Muak, sekali dengan rongrongan mereka, yang katanya sendu, menghanyutkan.
Apalagi kenyataan bahwa hujan membawa memori tentang kamu, tentang kamu yang terdiam, mematung mengagumi air jatuh itu. 

Dan lagi Bodohnya, aku hanyut bersamamu, menatap titik" air yang jatuh..
Hanyut menikmati melodi dari titik"hujan yang jatuh ditanah, di genting, di dedaunan itu..

Padahal jika kutelaah seksama.. 
Kamu seperti air hujan itu akhirnya,,
Sama,
 Pertama nampak, namun kemudian menjelma jadi embun..

Sebenarnya, kenyataannya aku yang dibodohi olehmu,
atau 
aku yang dengan suka rela menjadi bodoh karena perasaanku terhadapmu..


Oh, Okelah,, anggap sesuka hatimu,
Anggap saja aku gila,
Marah terhadapmu lewat Tulisan yang kuanggap Bodoh ini juga..
Oh aku salah, salah, aku bukan marah terhadapmu, tapi marah terhadap kebodohanku,,

Eh iya, mana mungkin kamu sadar akan kenyataan,,
Yang kamu lihat semua cuma Ilusi kamu kan?
Sedangkan kenyataan yang sebenarnya 
Kamu lebih memilih membuangnya

Seperti aku, melihat kamu, 
Seperti khayalan manis di ujung senja, manis.. Sendu.
Tapi semakin lama semakin gelap. dan kelam.. 
Kegelisahan.. semua menumpuk di satu waktu.
Bayangan tentangmu..
Ilusi itu...

Seperti hasil karya abstrak..
Tidak bisa dimengerti maksudnya..
Bukan tidak bisa sih tapi lebih tepat disebut sulit.
Kamu juga begitu.. 
Karena didepan matamu. ada kabut, yang ingin menang sendiri..

Eh ini luapan dari hatiku.. 
Kemarahanku sendiri,, 
Bukan untukmu...Bukan untuk Kamu banggakan.
Bukan untuk kamu lontar-lontarkan ke khalayak?!
Eh ?! Aku bicara padamu?!!
Pada kepala batumu juga?!
Aku bukan bicara pada otakmu, tapi hatimu lebih tepatnya.
Ya, hatimu.