Showing posts with label Sad.. Show all posts
Showing posts with label Sad.. Show all posts

September 13, 2013

Perbedaan Kita

Kata mereka, "Perbedaan itu indah, Perbedaan itu istimewa".

Tapi aku tidak merasakan sama sekali dimana keindahan itu terletak..
Tercabik-cabik itu yang aku rasakan di dalam hati ini...



Ada yang berbeda dari kita.....

Entah itu status, Keyakinan,usia, ras...

Susah..

Ada yang menusuk dan membuat sesak di hatiku...

Ketika aku melihatmu dangan rosario yang terselip ditanganmu
Menengadah kepada Tuhan.mu

Ya.  Sedang aku mengalunkan seruan-seruan memuji Tuhanku dengan Tasbih yang tergenggam erat ditanganku.

Menyakitkan.
Ketika melihatmu dengan Alkitab kecilmu. mulai membaca Ayat-ayat itu dengan tenang.
Sementara aku dengan Al Qur'an ku yang agung.
Dan Kita merapalkan doa yang sama.

Ku alirkan air mata didalam sujudku Menyembah Allah SWT, Sedang Kamu dengan Rosario dan Alkitabmu  dalam Persekutuan doa dengan Tuhan.mu...
Apa yang harus aku lakukan??
Terkadang aku ingin menangis melihat kita yang seperti ini....
Jika aku tulang rusukmu mengapa kita di ciptakan di keyakinan yang berbeda? :'(


Salahkah kita?
Salahkah agama kita?
Salahkah perbedaan kita?


Katamu, " Tuhan itu satu, pada akhirnya kita akan merujuk pada Tuhan yang sama"

Kataku, " Iya, Tuhan itu satu, tapi tujuan kita yang tak sama??"

Dan kamu hanya bisa diam.

Kamu, dengan segala kerumitanmu, dengan sabarnya mengingatkanku agar tak meninggalkan kewajiban dari keyakinanku,
Dan aku dengan kekeras kepala.an ku, memintamu agar tak meninggalkan agamamu hanya demi hubungan ini.


Siapakah yang salah disini?
Sehingga hari-hari yang berat ini harus kita lalui?
Mengalirkan air mata karena perbedaan kita. Kebodohan kita,,
Salahkan Cinta yang tumbuh diantara kita.

Mengapa juga agama harus menjadi jurang pemisah yang menganga dengan lebarnya diantara kita.

Akankah semua ini berakhir seperti Kisah Disney Fairytale yang selalu kita lihat bersama?

Aku untuk Kamu, Kamu untuk Aku,
Namun semua apa mungkin?
Iman Kita yang Berbeda. :')

Demi Tuhan, Aku mencintaimu,, :)

Dear S....

May 28, 2013

The Lonelyness

2 AM, where do I begin?
Crying off my face again
The silent sound of loneliness
Wants to follow me to bed

I'm a ghost of a girl
That I want to be most
I'm the shell of a girl
That I used to know well

Dancing slowly in an empty room
Can the lonely take the place of you?
I sing myself a quiet lullaby
Let you go and let the lonely in
To take my heart again

Too afraid to go outside
For the pain of one more loveless night
For the loneliness will stay with me
And hold me till I fall asleep

Broken pieces of
A barely breathing story
Where there once was love
Now there's only me
And the lonely


April 02, 2013

Ingatkah Kamu?

     Dear Sang Kenanganku...

   Beribu cerita, 6 tahun bersama yang tak lekang oleh waktu. Tawa, canda, kegilaan sudah kita lalui, sampai pada part yang mungkin tidak cocok untuk kenangan kita yang, Memorable.

    Kamu ingat? Saat dimana aku menangis, karena tidak bisa lepas dari kenangan menyakitkanku tentang dia, dan kamu datang membawa sejuta api yang mampu membakar seluruh kenanganku, hingga yang tersisa cuma kamu dan aku.. :')

     Kamu, yang memberi aku arti cinta yang sesungguhnya. Kamu yang mengajariku, mencinta, mewarnai hidupku, dengan tinta cinta. Kamu, katamu, tak akan pernah meninggalkan aku.
     Dan bodohnya, pikiran polosku, juga menganggapnya demikian, kamu yang ditakdirkan untukku...

Sampai datang dia, yang dengan segala janjinya menyeretmu dari gubuk memori ini. Kamu, dan kenangan tentangmu yang kamu tinggalkan bersamaku, meski itu indah tapi terasa menyakitkan tanpa kamu, Senyuman, tawa khasmu, sekarang bukan menghibur lagi tapi menghantui. Aku Gila.. dan KAMU SEBAB UTAMANYA. Dan dengan Senyuman Innocent yang dulu sanggup melantakkan aku, kini malah menghantuiku.


      Untuk sekarang ini, sepertinya kamu jadi Lucifer di hatiku...
                       Bukan lagi Malaikat Putih yang membuatku jatuh dan mencinta.

Tapi, hatiku masih enggan melupakanmu....  Dear Sang Kenangan...

January 17, 2013

Sang Mentari Pengabai..

Aku tidak begitu mengerti akan jalan pikiranmu..Kau datang ketika membutuhkan, pergi ketika sudah mendapatkan apa yang kau inginkan..Kadang kau anggap aku special bagimu, tapi kadang kau anggap aku bukan siapa-siapa bagimu..

Begitulah yang aku rasakan terhadapmu,
Ketika mentariku Pergi dan tak mau kembali
Hidupku Beku!
Menjadi resah karena tak ada lagi penghangat hati yang aku banggakan.
Selalu aku rindukan, tetapi
Kamu memilih pergi karna rasa bersalahmu sendiri,
Dan mungkin juga hatimu masih pada Sang pembuat hujan?

Kamu yang aku anggap sang mentari,
Perlahan-lahan menjauh, memilih berkelana di luar sana, meski tetap bertumpu dan berharap pada hujan.
Sakit memang pertautan hati nyang tak bisa bersatu,
Meski si senja tetap di dekatku, masih saja aku lebih berpihak pada matahari,
Apapun bisa aku lakukan hanya untuk menulis sebait kecil puisi untuk sang mentari.

Mengikuti kemana ia pergi ,
Sang mentari meski banyak hal yang menghalangi ku, bertemu denganmu,
Aku masih tetap berharap hati mu akan berakhir denganku.
Meski Aku hanya sebuah Malam untukmu.


January 08, 2013

Hujan dan Pelangi

Wangi lembab merasuk di alam heningku
Menguak lagi memoriku di masa lampau
Di dalam kereta besi 
Dan iringan sonata sendu
Kamu, Terdiam .. Bagai Elang
Matamu awas, menerkam jalanan basah
Yang berkelok
Kalau saja bukan karena ulah sang Hujan
Jalanan itu takkan menciptakan memori 
Seperti ini..

Hm... 
Sepertinya aku terlalu sering menyalahkan Sang Hujan..
Hingga pelangi di sebelahku terlihat garang..

" Kamu tahu tidak? Jika tidak ada Hujan, Pelangi tidak bisa muncul.." , ujarnya dengan tersenyum

" Aku suka Hujan, seperti aku suka Matahari.. Berkat mereka aku bisa melihat Pelangi..", ungkapnya jujur

Tampak dari sudut matanya yang seperti bulan sabit.. 

Ialah Pelangiku
Yang memberi arti cinta pertama kali
Yang memberi arti sedih pertama kali
Yang memberi arti kata tulus pertama kali
Pelangi yang hanya bisa kulihat 
Pelangi yang memendarkan 7 warna dari satu titik
Ia juga yang memberi arti Setia
Dan juga Candu

Pelangiku
Selalu dalam hatiku...

Dan ia masih tetap sosok pelangi
Dari hariku yang gelap
Ia yang datang dan memberi paket tawa dan warna dalam hidupku..

Dan sang hujan... 
Yang memberiku pelangi..
Aku ... Berterimakasih padamu.. dan kenangan tentangmu..

December 31, 2012

Di Sudut Tahun..

Bau hujan masih tetap seperti ini
Masih tetap sama, seperti terakhir kali 
Aku bersamamu
Berdua, menari, bercanda
Dibawah langit yang tengah menangis
Menghabiskan waktu
Menghibur langit yang tengah gundah
Berangan-angan tangisnya kan berhenti 
Melihat tawa kita berdua
Tapi nyatanya, tanggapannya berbeda
Langit semakin deras tangisannya
Mungkin ia iri dengan kita berdua yang tertawa lepas,,
Ketika itu aku sangat bahagia,
Bisa melihat kamu tertawa, Lepas
Kau menatapku, Seakan akulah
Matahari , sesuatu yang kau favoritkan
Seakan akulah ... Cahaya dari kehidupanmu

Ingatkah kamu,??
Ketika kau genggam tanganku dan berkata, 
" Hujan ini sangat aku favoritkan, karena kamu disini, Kamu tahu, Aku adalah hujan, dan kamu Matahari,
dan aku bahagia , bisa melihat dan menggenggam matahari ,"
Kamu tersenyum
Tak kurasakan hawa dingin dari sang hujan, mungkin dia benar, hujan itu hangat, karena hangatnya menjalari tangan, pipi dan tubuhku.
Yang kurasa aku bahagia
Dan kebahagiaanku, karena kamu..
Tidak terasa, ini tahun ke 8 aku tanpamu
Dan waktu mulai melangkah kepada tahun ke-9 
Dan mungkin seterusnya akan begitu , tahun demi tahun bertambah satu demi satu
Tanpa bintangku... Tanpa Hujan hangatku,,

Aku Pernah berjanji
Pada diriku sendiri, didepan gundukan tanah yang telah jadi rumahmu.
Jika ada yang namanya reinkarnasi.
Dan kamu juga aku ada di kehidupan yang datang
Aku ingin membuatmu tetap tinggal denganku..
Sehingga aku tak perlu berkata
Kamu orang yang telah pergi..

Tahukah kamu betapa menyakitkannya 
Kalimat
" Kamu adalah orang yang telah pergi?"
Perlukah kutunjukkan rasanya padamu?

Sudah bisa kutebak kamu hanya tertunduk 
Merasa bersalah atas sakit hatiku,, 
Padahal, Aku tak menyalahkanmu..
Tidak pula kusalahkan Tuhan atas airmataku.. 
Aku menyalahkan diriku sendiri , Atas kebodohanku,
Atas ketololanku, Atas kecengenganku menghadapi hidupku.

Dan sekarang 
Hujan, terlihat sangat menyedihkan,
Hujan tak lagi hangat seperti 
Saat ada kamu,
Hujan jadi sesuatu yang menyebalkan
Karena di dalam hujan ada kenanganku dengan kamu
Dan mata sendumu itu 
Seperti kelabunya mendung saat menatapku..

December 23, 2012

Please....


We sit next to each other in the car but there is no music
I always held your left hand but now you’re picking at your lips
I know what you’re going to say, please don’t say it
Don’t know why 
 I want to draw out each minute, each second
But the empty road rushes me on
After going round and round
I arrive at your house that’s so familiar and tears fall
After spending a long day finding this place
I feel like I am lost
Please don’t, please don’t leave
Don’t know why 
 It’s not even raining but outside the window
You grow white and farther apart
Letting you go is not as easy as it sounds
I turn away, not being able to see you leave me
Tears eventually drop and I need to wipe them away now
I don’t know whether I should use the handkerchief you gave me or throw it away
Why won’t this trembling go away?
I pretend to be crazy and hold onto you but
My body won’t listen to me
Intoxicated with the scent of you in the car
I don’t want to wake up forever
 Don’t leave please (please)
Come back
On top of the empty seat you left
only your cold scent remains
Please don’t leave
Come back !! Now!!
I will hold onto the remaining scent
So come back to your place

December 15, 2012

Masih Ada Senja di Ufuk Barat

Di Ufuk timur dari sisi senduku
Kau berdiam menatap mentari
Meski silaunya menusuk mata
Entah kenapa, kau betah?!

Juga disana
Di sudut sana
Dari seribu dongeng yang ada
Kau lebih suka memagut kisahmu?!
Meski itu membunuh kamu?!
Kamu tetap bertahan
Bahkan masih sempat tersenyum

Aku sempat berpikir
"Kamu Bodoh!"
Aku tahu
Manusia Hanya bisa berharap..
Tapi, Bukan untuk menyiksa diri?!
Tapi, kamu lebih peduli
Pada seonggok batu di sudut sana?!
Katamu, Bukankah hidup itu untuk berharap?
Meskipun peluangnya hanya 0,1%?

Aku terhenyak, Padamu,
Terkadang, Sang Malam mengusikku
Memberikan kehangatan dalam heningku
Yang seharusnya itu oleh kamu,
Tapi senja lebih menarik, daripada kelam.

Hahaha....
Aku terganggu juga..
Aku juga Bodoh?!
Harapan membodohiku
Cinta membodohiku
Bukannya Benci, Tapi malah Terjerat

Padahal, jika kamu mau menyadari,
Apa yang terjadi itu, 
Terjadi di depan?!
Masih ada detik-detik kecil 
Menunggu untuk Dilangkahi,, 
Salah?! 
Detik-detik kecil itu tak pernah menunggu
Mereka terus berlari 
Bahkan sampai Kita tak sanggup berlari lagi,

Seharusnya,
Bukan untuk melongokkan kepala 
Pada sisi lalu lagi,,
Padahal....


Jika kamu sadari, Mau menyadari
Ada titik-titik hujan 
Yang terjatuh demi kamu..

Tapi kamu tak peduli,
Dan tetap termangu 
Pada bulan yang di pucuk
Menatap, Mengenang seonggok batu.

Keyakinan terkadang bisa membunuh,
Kebutaan terkadang menyurukkan kita,
Tapi kamu tersenyum,
Menganggap itu rintangan. 
atau bahkan 
Kebodohanmu?

Kamu ingin seperti merpati, katamu?
Kamu terima diperlakukan seperti itu?
Dianggap angin lalu oleh mentarimu?

Tapi aku tidak?!
Aku Tak Bisa?!
Sampai di sudut tahun ini,
Kamu masih jadi merpati bagi batu itu,
Dan di sudut tahun ini, Aku
Hilang....


December 03, 2012

Masih Tetap Tentang Malam

Malam kini didepanku,,
Masih menebarkan aroma lavender
Yang jadi canduku
Malam terdiam sendu
Dalam geraknya yang tak beraturan
Malam gelisah
Malam kesepian
Malam menatap matahari
Mencoba mendekat
Tapi tak bisa Malam dengan mata sendunya
Terdiam dengan nanar
Mengingat dukanya yang dalam
Malam mencoba ceria
Ia mencari perhatian
Dari satu bintang ke bintang lain
Malam  menyimpan harapan
Malam sedikit menangis
Ia tahu ia takkan berhasil
Aku tahu malam mulai lelah
Menapaki langkah demi langkah
Darikehiupannya
Malalm tahu ia tak mungkin bisa
Berhenti sejenak
Karena ia masih harus beranjak
Dari satu sisi ke sisi lain...

Tentang Malam.... :)

Masih tetap tentang malam
Malam yang bawa hujan rintik
Malam yang masih tetap berisik
Malam masih menyembunyikan dukanya
Meski ia tahu sinar matanya tak kalahkan itu
Malam sedikit jadi candu bagiku
Kuanggap canda tapi tak bisa
Malam dengan bau lavender
Yang mengelilinginya
Malam sedikit buat aku bahagia
Wanginya jadi sedikit obat akan dukaku
Meski aku tahu ia lebih beduka dari aku
Malam juga harus beranjak
Berada di sisi lain
Menghenyakkan Jiwa-jiwa yang lelah
Aku tahu malam masih berharap
Memberi sinar bagi mereka disana
Meski ia tahu ia gulita
Malam masih berharap pada bintang
Meski bintang hanya beri sinar palsu
Malam tidak tahu
Aku tak ingin dia beranjak dari sisiku
Tapi malam memaksa
Ia harus pergi....