Showing posts with label Kenangan tentangmu. Show all posts
Showing posts with label Kenangan tentangmu. Show all posts

July 31, 2014

Akulah si Bodoh dan Kamulah Fatamorgana

Hai, Cir.. :)

Sebelum aku menulis ini, tolong ijinkan aku tertawa terlebih dahulu.
Menertawakan Diriku.
Ya  menertawakan kebodohanku karena pernah jatuh mengagumi dirimu..

Ya, Pernah dengan bodohnya menunggu kamu dengan sabar di kafe pinggiran jalan itu.
Padahal bila aku menyadarinya lagi, meski aku ada disana. Olehmu, aku tak terlihat.

Aku pernah dengan sabar melihatmu, yang dengan tangkasnya membuatkan aku segelas Cappucinno Instan.
dan Bodohnya aku berharap, dan berimajinasi hanya kita berdua disitu.

Aku yang dengan Bodohnya, memandangmu sebagai orang yang patut aku kagumi.

Aku yang pernah dengan bodohnya, tersenyum sendiri mengingat kamu menyapaku dengan senyuman itu.

Aku yang pernah dengan bodohnya, tidak bisa memejamkan mataku setelah berbicara denganmu,

Aku yang dengan bodohnya melukismu di sebuah kertas,

Aku yang pernah dengan bodohnya mengukir namamu di abu dasar asbakku.

Aku yang dengan bodohnya berbahagia menghabiskan malam berdua di Kafe mu.

AKU YANG DENGAN BODOHNYA MENUNGGU CAPPUCINNO BUATANMU . . DENGAN SABAR!!!!!!

ADAKAH WANITA YANG DENGAN BODOHNYA MELAKUKAN HAL SEPERTI ITU UNTUKMU, CIR???

Heh, Aku marah sekarang Cir, dan marahku bukan marah yang tak beralasan.

Aku marah, karena kamu merendahkanku didepan mereka. Padahal aku memujamu.
Orang-orang yang kamu anggap teman, tapi aku malah melihat mereka seperti setan-setan kecil yang menggerogotimu.

Apakah Salah?
Salah bila aku mengagumi, dan bahkan berkembang menjadi cinta.

Oke, Aku bukan orang yang gigih untuk mempertahankan perasaanku.

Aku Manusia dengan Harga Diri yang terlalu tinggi untuk kamu rendahkan.

Aku merasa tidak memiliki muka lagi untuk berhadapan denganmu.
Aku merasa, tidak ada harganya lagi jika harus dihadapkan denganmu.

Kamu yang memulai semua ini, kamu yang membuatku luluh. Dan dengan bodohnya mulai mengikuti setiap langkahmu. Seperti Bayangan.
Andai, kamu tidak pernah hadir di hidupku, aku takkan jadi seperti ini terhadapmu.
Andai, mereka, Setan-setan yang mengelilingimu itu, tidak ada..

Kamu yang namamu memiliki arti Penguasa Keadilan. Haha,,
Aku ingin menertawakan ini, arti namamu seperti itu, tapi kamu tak memiliki keadilan sedikitpun terhadapku.

Kamu malah memuja wanita lain yang sama sekali tak melihatmu. ?

Sometimes,
I thought, how can the devil be pulling you toward someone who looks so much like an angel when he smiles at you?







Aku memang tak seperti wanita. Aku orang gila. Yang sebab kegilaanku adalah kamu. 



Haruskah, aku pergi dulu agar kamu menyadari perasaanku? 
Haruskah, aku menyadarkan kamu dulu agar kamu melihatku. bukan dia?
Dia, ya Wanita dengan #D..


Well, aku sadar, aku mungkin tidak sebanding dengan dia yang inisialnya selalu kamu masukkan dalam setiap tweetmu.


Dan akhirnya aku sadar, Akulah si Bodoh. dan Kamulah Fatamorgana. 


Aku harus bagaimana lagi Cir???


APA AKU HARUS MATI DI DEPANMU, BARU KAMU SADAR AKULAH ORANG YANG RELA MENYERAHKAN SEGALANYA UNTUKMU MESKI ITU NYAWAKU?


CINTA INI PERLAHAN MEMBUNUHKU, Cir.. :'( :(


#R.A.W

February 21, 2014

Aku dan Ingatan.

Terkadang apa yang kita simpan di memori selama apapun itu akan kembali di detik tak terduga.

Yang aku tau dan aku ingat.

Kamu pernah sebut aku keheningan.
Yang menemanimu menghabiskan malam.

Kamu juga pernah sebut aku Kafein.
Yang selalu menjadi candu ketika kamu ingin.

Eh.
Ingatan juga membuka memori ketika
Kamu menyuruhku menyeduh secangkir pekat pahit tanpa gula.
"Kenapa?", tanyaku.
"Karena manisnya sudah ku sesap di ujung bibirmu", katamu tersenyum.

Kembali kau berkutat dengan uap dan cangkirmu.

Kamu juga pernah bilang aku seperti Nikotin.
Yang selalu mememanimu dalam kesunyian.

Haha..

Sepertinya inspirasimu masih seputar Kafein dan Nikotin...
Akan bertahan sampai berapa lama Inspirasimu itu?

Sampai Kafein hanya tinggal Ampas di dasar cangkirmu kah?
Atau sampai Nikotin di tanganmu hanya tinggal abu ?

Eh. Aku lupa, Kamu bahkan bisa menanam rindu pada tumpukan ampas di dasar cangkirmu yang dalam itukan?
dan kamu juga bisa Mengubur kenangan dari tumpukan abu di asbakmu. :)

Kamu memang serba bisa.

Bahkan, Mungkin tak ada yang menandingimu.

Oke mereka inspirasimu.
Jadi, biarkan kamu jadi Inspirasiku.

Yang saat ini masih dengan angkuhnya memenuhi catatan di Diary kecilku.
Dan mungkin ketika kamu menolak jadi inspirasiku.
Aku bisa menertawakan Onggokkan sampah itu.

Haha...
Benar Bukan?
Hai, Dear Ricochet.
Sang Penguasa yang Adil?

Sesulut Pagi bersama Secangkir Kafein

Pagi ini hening, hanya rintik gerimis dan kesibukan embun-embun bening yang memecahnya.
Menikmati pagi bersama udaranya yang bersih, entah negeri Dhaha ini begitu membangkitkan kenangan.

Kali ini tak kunikmati Pagiku yang Damai ini bersama puntung nikotin. Aku hanya ingin damai tanpa polusi.

Oh. Tapi belum lengkap, ada yang kurang.
Uap kefein dari cangkir ayahku yang merayap di bantaran udara ini. sedikit menggangguku.
Dibuatnya aku gelisah. seperti Manusia  pecandu yang tak terjamah Morfin 2 minggu. sakau.

Itu yang memaksaku bangkit dari keheningan ini, melangkahkan kaki menyeduh si hitam dengan sedikit kristal putih manis.

Pagiku sempurna.
Aroma ini,
Kamu.
Ada. Lengkap.

Adakah yang lebih membahagiakan dari setiap kepulannya dan setiap teguknya?

Berkali-kali aku mengatakan,  Kolaborasi sederhana yang mebahagiakan itu : Kamu dan kopi.
Membuatku menjadi pecandu yang bahagia. Aku tidak butuh rehabilitasi untuk hal ini.

Ini gila, tapi aku bahagia.
Cukup indah meski hanya mengamatimu dari hitam-putih, abu-abu potretmu.
Dengan senyum lebar berpagarmu,
Rambut yang menjadi kebanggaanmu.

Iya itu kamu, Ciri khasmu.

Entah hanya dengan uap Kafein yang menggebu ini aku bisa menginggat kamu.
Tuh kan. Kamu dan Cangkir kecil ini berhubungan.

Tuhan emang Maha Asyik.

Dia menciptakan tanaman Kopi sebagai media penyimpan memori tentang kamu.

Seteguk saja aku bisa mengingat senyummu.
Dua teguk aku bisa merasa rengkuhanmu.

haha..
Aku bukan Phsycopat kok.
Aku hanya melampiaskan kebahagiaanku.
Hidup dengan fantasi-fantasiku.

Iya, ini caraku mengisi kesepian.

Kita dua Makhluk pecandu. yang masih belum disadarkan untuk bersama.

Ya. Melihatmu. dalam diam, Aku lebih bahagia begitu.

February 20, 2014

Panggil Aku 'Sang Pecandu' !

Mungkin sebagian manusia, yang dirundung sesaknya dunia.
Pelariannya adalah Heroin, Ganja, Double L, Ekstasi, Jack Daniels, Sherry, Gin, Vodka, atau bahkan Topi Miring.

Atau minimal, lari ke sarang berlampu remang.
 Menari dibawah lampu Kunang-kunang dengan music DJ yang memekakkan telinga.

Oh itu .. Lupakan.

Aku.
Sederhana saja, Aku melarikan diriku, pada cairan hitam pekat dengan sedikit gula, juga sebatang kecil Tembakau beraroma mint,

Memenuhi paru-paruku dengan asap manis, kala aku rindu kamu.
Aku yang tak pernah berani mengajakmu berbicara sedikitpun.
Aku yang hanya bisa memandangmu dari kejauhan dalam diam.

Ya aku terlalu pengecut untuk bisa mengajakmu bicara.
Aku bukan seorang bonek yang garang didepanmu.

Oh iya.. aku bisa bicara denganmu. jika ada orang lain yang sedang bersamamu.

Aku hanya bisa meneguk Kafein pekat yang sarat akan pahitnya dunia, tapi kamu membuatnya manis..

Iya, kamulah  manis yang penuh kepahitan, dan akulah pahit yang penuh kemanisan.

Aku akui, senyummu saja bisa membuatku lumer. Meleleh kemana-mana.
Eh kamu, Kafein dan nikotinku. yang tak pernah absen di sore dan malam hariku.
Tanpa itu hidupku bukan hidup namanya.
Sebegitunya aku memaknaimu dalam hidupku.

Senyum berbehel itu yang selalu tertinggal di langit-lagit kamarku yang putih.
Pria berponi berubuh ceking dan telah berkepala dua itu yang mengisi euforia hariku, yang membuatku menemukan makna dalam menjalani hari.

Oh, oke sebelum ini aku pernah salah mencinta. Mencinta makhluk berbeda yang tak semanis kamu.

Dia, hanya bisa menghadirkan tangis dalam diamku. sedang kamu tidak.
Kamu memang menghadirkan tangis. tapi berbeda, ia punya rasa, ya, rasa yang hangat.

"Jangan heran, jika aku ada di dalam cangkir kopi yang kau sedu. Sebab Tuhan tahu, dimana tempat rindu layak untuk dijatuhkan." katamu suatu malam, disebuah kafe, di Kota Pahlawan.

Aku tau kamu mengutipnya dari Jejaring burung biru muda.

Aku tau kamu merayuku.
Hahaha, itu manis.
(aku tersenyum selalu ketika mengingatnya.)

Tuhan itu maha Asyik.

Ia mungkin mendaratkan seseorang dihariku, mungkin seseorang yang salah.

Tapi kemudian Ia menyadarkan aku.
Bahwa kamulah Alien yang layak menghuni pulau kecil berkarat yang berkali-kali tenggelam ini.

Sebut aku Sang Pecandu.
Karena aku Sakau jika tak ada senyummu.
Sebut aku Pecandu, yang tak bisa mangkir dari kehebohan sajak tentangmu, dan senyum berpagarmu.

Sebut aku Pecandu
Karena kamulah sebatang Nikotin dan secangkir Kafein ku.

:)
R

Dengan Secangkir Kopi.

Sore, mulai tampak kelabu sinarnya. Tak ada sinar yang menerangi.
Mulai gelap dan suram.
Iya, Suram. Detik-detik mulai berjalan merayap. Merayapi langit-langit yang disana ada senyummu.

Secangkir pekat kafein menemaniku menghabiskan sore yang kelam ini.
Sial. Bayanganmu kembali muncul tanpa aku undang.

Secangkir pekat. dan ada bayanganmu disana.
Tersenyum, menampakkan sebaris gigi yang berpagar itu.
Itu lucu.
Yah mungkin aku dulu pernah bilang "Lebih baik berkacamata, daripada berbehel."
Tapi kamu, kamu berbeda, Kamu memakai dua-duanya, meski, kacamata tak sering kamu pakai.

Tapi, semakin aku memandang cangkir itu, semakin pekat kehadiranmu didalamnya.
Kamu sama seperti kopi ini, sama-sama jadi candu terhebat di hariku.
Bahkan. Rasanya hariku takkan lengkap. Seperti sudah ada kamu, nyawamu dalam kopi ini.

Cara berfikirmu yang berbeda. aku mengaguminya. Kamu yang dewasa, aku mengaguminya,
Perhatian samarmu kepadaku, Aku menyukainya. Kamu, seperti makhluk yang berasal dari planet lain.

Entah. Kamu seperti secangkir kopi dan sebatang LA Mint, Ya, kolaborasi sederhana yang bisa membuat bahagia.
Aku tahu, karena aku pecandunya.

Entah berceloteh di Jejaring burung biru muda  bersama kamu saja aku sudah bahagia.
Bercanda, menghujat sistem Indonesia yang menjengkelkan itu hal baru untukku.

Aku Mengagumi sosokmu, dari awal, bahkan sebelum aku bertemu denganmu. hanya memandang fotomu saja.. Aku Terkagum.

Aku tersenyum. Berbahagia... Mendesah di garis-garis batas logika.
Aku mencintaimu dalam diam. Mencintaimu dibatas senja.
Biarkan asap tembakau kering ini mengantarkan rasaku padamu.

R. OTNAIRDA. W.
GNAY UMIATNICNEM
ADNAN. P. NIRA P.

hahaha....
#abaikan

February 16, 2014

Cinta dalam Secangkir Kopi



Kemarin, dengan gontai aku berusaha berlari. Mengejar harap. Menemui asa. Tanpa prasangka, aku harap kamu ada. Rasanya bergemuruh tak lepas dari dada. Ya, aku akan bertemu denganmu. Kita akan bertemu.
Dalam gundah, dan tubuh lelah aku masih mengiba. Agar Tuhan ijinkan kita bertatap muka. Walau sekali saja.
Tapi kau tak datang. Atau bahkan mungkin tak punya keinginan untuk datang. Dan menyapaku walau sekejap mata. Lantas aku kecewa. Pun ketika jatuh air mata.
Mungkin aku terlalu takut. Takut kehilangan orang yang bahkan sama sekali belum pernah kumiliki. Dalam pagi hingga malam, kau hadir memenuhi inspirasi.
Aku buta tentang cinta. Yang aku tau, aku mengingatmu dalam secangkir kopi yang terhidang setiap petang menuju malam. Ketika jemariku menari menuliskan namamu. Ahh.., menyebutnya saja aku malu.
Lalu otakku mencair. Namun terasa indah saat ku selami intuisi. Ya, engkau ada di secangkir kopi, melalui jemari, dan melewati batas imajinasi.
Maka dengan penuh rindu, kusampaikan salam cinta untukmu..
Penganut sarkasme baik hati,
Pemikir sejati yang sibuk mencari jatidiri,
Pengkritik hebat kelas kakap,
Dan pemberi inspirasi tiada henti…
Kau yang tak pernah sempat kumiliki,
Aku mengenangmu dalam sunyi,
ditemani secangkir kopi,
dan terhempas bias-bias mimpi…
Biar saja indahnya hanya aku dan Tuhan yang tau..
Karena aku hanya ingin mengenangmu..
Lewat puisi dan kisah syahdu.
Layaknya kopi yang hadirkan candu…
Untukku.

Secangkir Kopi dan Kenangan

Hai, 2 bulan tidak bertemu.

Hai juga kenanganku yang terukir rapi diatas relief-relief kuno itu.

Hari ini di Bulan Penuh Cinta bagi yang memiliki pasangan.
Bulan dengan Hari yang paling sedikit diantara bulanya yang lainnya dalam satu tahun.
Bulan Cokelat.

Ya bukan kah cokelat itu sebenarnya adalah hal yang pahit, tapi kemudian terasa manis karena ada sentuhan gula-gula kecil yang putih dan murni.
Konyol. tapi sebutir cokelat bisa menenangkan.


Oke. kali ini aku terduduk disini bukan ditemani sekotak cokelat Forero Rotcher yang kamu kirimkan dari seberang pulau bersalju disana.
Aku kini terduduk sendiri disini, dibalik kaca bening ini, terpaku, menatap hujan yang tak biasa diluar sana. Hujan Pasir. Ya, tampaknya si kokoh Kelud itu sedang ingin mengamuk, sudah muak dengan kelakuan manusia seperti kamu. Hahaha...Ternyata sebongkah Gunung yang memahami aku. Tidak dengan makhluk Tuhan berderajat tinggi sepertimu. Yang katanya punya Harga diri yang tinggi.

Dan, Aku?
Hanya bisa menatap amukannnya dari radius 35 kilometer. Ya, sepuntung LA Mild ini bersedia menemaniku bersama secangkir kapal api pekat dengan sedikit gula.
Bahagia itu sederhana. Kenapa tak dari dulu saja kunikmati hidup seperti ini?
Membiarkan paru-paru yang kian rusak ini terisi asap Mint. dan mati perlahan-lahan.
Oh tidak bukan mati. Sekarat.
Bukankah Nikotin dan Kafein ini kolaborasi sederhana, yang mengantarkan aku pada kebahagiaan sejenak dari bayang-bayangmu?

Iya kamu, si Mata Kucing bodoh yang tidak peduli sedikitpun padaku.

Oh ayolah, jangan hantui aku. Aku sudah meyakinkan diri bahwa kamu tak layak untukku.
Tidak dengan tonggak keyakinanmu itu.
Ketidak pedulianmu juga jadi aksesoris yang indah untukku semakin membencimu dan meninggalkanmu.
Jangan salahkan siapa-siapa. Aku. Aku yang memilih ini.
Ini. Mutlak keputusanku.
Kamu harus tahu. Tidak ada lagi celah hatiku yang bisa untuk membanggakanmu.
Kamu sudah hancur. Tepat pada saat kamu membanggakan dia didepanku.

Kamu Mutlak Musnah.

dan Hanya secangkir kecil yang hitam pekat ini, juga Nikotin ini yang bisa mengerti aku. Tidak dengan kamu

October 28, 2013

Bali dan Segala Kenangan Bersamamu

At 03.00 WITA
Sanur, pagi yang cerah bersamamu,,
Kita baru menginjakkan kaki di Tanah Dewata ini. Saling terdiam dan terkagum dengan kekuasaan Tuhan.
Kamu terdiam, memejamkan mata dan meghirup nafas dalam diammu.
Deru ombak di Pantai yang menerjang batu-batu karang itu, seakan menjadi musik klasik tersendiri. Semua terasa lengkap.
Sinar purnama juga menemani kita yang larut dalam kesunyian masing-masing.

Apa yang ada di pikirmu?
Aku tak pernah tahu,
Apa yang kau ucap dalam doamu,
Aku pun tak bisa menebak.


Aku hanya bisa melihatmu yang terduduk di batu besar itu.
Kamu yang membuat aku bertanya-tanya tertang kerumitanmu, tentang keunikanmu.
Kamu yang membuat aku jatuh dalam diamku.
Kamu yang merayapi seluk-seluk dalam hatiku.
Kamu yang menginvasi hatiku..

Tak ada lagi hal yang menenangkanku, selain pelukanmu dalam kesunyian itu.
selain senyumanmu.
Kamu menikam aku dengan cintamu, dan rasanya manis sekali.
Kamu berikan aku surga dunia, Baerikan aku sesuatu yang ingin aku ulangi...
Kamu..

Dan Tanah Dewata ini jadi saksi.
Dari segala Kanangan Kita.
Tepat di keindahan ini. Aku milikmu. :)

August 06, 2013

Just The Way You Are, mas.. :)

his eyes, his eyes
Make the stars look like they're not shining
His  hair, his hair
Falls perfectly without him trying
He's so wonderful
And I tell him every day

Yeah, I know, I know
When I compliment him he won't believe me
And it's so, it's so
Sad to think that he don't see what I see
But every time he asks me, "Do I look okay?"
I say...

When I see your face
There's not a thing that I would change
'Cause you're amazing just the way you are
And when you smile
The whole world stops and stares for awhile
'Cause boy you're amazing just the way you are


Oh, you know, you know, you know
I'd never ask you to change
If perfect's what you're searching for
Then just stay the same
So don't even bother asking if you look okay
You know I'll say...

When I see your face
There's not a thing that I would change
'Cause you're amazing just the way you are
And when you smile
The whole world stops and stares for awhile
'Cause boy you're amazing just the way you are

The way you are
The way you are
  Boy you're amazing just the way you are

April 02, 2013

Ingatkah Kamu?

     Dear Sang Kenanganku...

   Beribu cerita, 6 tahun bersama yang tak lekang oleh waktu. Tawa, canda, kegilaan sudah kita lalui, sampai pada part yang mungkin tidak cocok untuk kenangan kita yang, Memorable.

    Kamu ingat? Saat dimana aku menangis, karena tidak bisa lepas dari kenangan menyakitkanku tentang dia, dan kamu datang membawa sejuta api yang mampu membakar seluruh kenanganku, hingga yang tersisa cuma kamu dan aku.. :')

     Kamu, yang memberi aku arti cinta yang sesungguhnya. Kamu yang mengajariku, mencinta, mewarnai hidupku, dengan tinta cinta. Kamu, katamu, tak akan pernah meninggalkan aku.
     Dan bodohnya, pikiran polosku, juga menganggapnya demikian, kamu yang ditakdirkan untukku...

Sampai datang dia, yang dengan segala janjinya menyeretmu dari gubuk memori ini. Kamu, dan kenangan tentangmu yang kamu tinggalkan bersamaku, meski itu indah tapi terasa menyakitkan tanpa kamu, Senyuman, tawa khasmu, sekarang bukan menghibur lagi tapi menghantui. Aku Gila.. dan KAMU SEBAB UTAMANYA. Dan dengan Senyuman Innocent yang dulu sanggup melantakkan aku, kini malah menghantuiku.


      Untuk sekarang ini, sepertinya kamu jadi Lucifer di hatiku...
                       Bukan lagi Malaikat Putih yang membuatku jatuh dan mencinta.

Tapi, hatiku masih enggan melupakanmu....  Dear Sang Kenangan...

March 22, 2013

11 Maret 2013

       Aku kini bercerita tentang malam. Tentang sang malam yang tengah tersenyum dalam kepalsuannya. Benar bibirnya tersenyum tapi sinar matanya penuh dengan kedukaan 

       Sang malam kini tengah terdiam, memandangi bulannya yang tengah bercumbu mesra dengan sang Bintang. Tatapan matanya sangat jelas. Ia hebat, tetap menjaga senyumannya meski hatinya tengah dicacah hingga tak berbentuk.

       Mataku terpaku menatap sosoknya, yang kini tengah berusaha menaungi Bulan itu, dengan kegelapannya. Kehangatannya.

       Andai. 
Andai aku bisa menjadi wadah hujannya sang malam .

Meski ..
Meski aku tahu aku hanyalah bias semu cahaya senja. Aku tak layak mendapatkan senyumannya.

Aku hanya ingin... 
Senyuman sang malam yang tulus itu hanya untukku. Bukan untuk Makhluk yang tak peka itu.
Aku ingin Sang Malam memalingkan pandangannya dari Makhluk tak peka itu, dan mulai menatapku, aku yang ada disini. Aku yang berharap untuknya. Aku yang menunggunya. Aku yang sering terluka karenanya.
Aku yang bahkan diabaikan begini olehnya, Oleh Sang Malam. 

Aku tahu hati seorang pengembara tak akan mudah diubah dari tujuannya.
Begitu juga kamu, 
Kamu itu batu. 
Hatimu kokoh padanya. dan dia tak akan setara jika aku gantikan.
Kamu pasti memilih sosok yang menjadi duplikatnya .. Bukan individu yang berdiri diatas karakternya sendiri.
Kamu pasti lebih memilih individu yang ada "dia" di dalam sosoknya.

Bukankah itu tak adil untukku,
Bukankah itu kejam untukku?

Untuk dia juga, sang bahan pelarianmu?

Aku tidak bertindak atas egoku. Aku masih punya moral.
Jika saja aku tak punya, aku pasti sudah membunuhmu agar tak ada yang memilikimu.
Tapi, cukuplah untuk saat ini, aku lebih suka menyimpan sosokmu untuk diriku sendiri. di dalam hatiku.
Aku masih tak sanggup mengutarakan rasaku padamu.
Jangan salahkan aku, jika aku jadi jatuh padamu.
Salahkan mereka yang membuatku memiliki rasa lain terhadapmu.
Yang pasti aku tak tahu kapan rasa ini bermula...

Teruntuk dirimu , 
Sang Pemilik Nama mengandung Senyum 
dan        
 Makna Hidupku...


March 08, 2013

Mana yang Lebih Pedih?



Aku nggak pernah menuduh kamu jadi seseorang menyebalkan yang datang tiba-tiba dari masa lalu, dan membuat hidupku jadi rumit dan dilanda kesedihan dan penyesalan bertubi-tubi. Eh, tapi, kenyataannya emang begitu kan?

          Aku tahu kalian pasti kaget dengan pernyataan dan tulisanku kali ini.

          Aku, selalu bilang kalo aku pasti bisa move on dari kamu?! Iya  pasti bisa, hanya saja aku masih berat buat merealisasikannya. Pasti kamu juga bingung kalo ada diposisiku saat ini.

                                                          GALAU

Seakan-akan hal itu jadi suatu project yang dikejar-kejar deadline. DEADLINE. Aku sebel rek. Jujur, nge-dengar kata headline itu kaya denger kata “TUGAS” dan “MATI” sama-sama membuat takut pusing, dan akhirnya aku mikir terus, dan…. Taraa?!?!? Penyakit lambungku, asthma, dan akhirnya liverku juga kena. kumat lagi.  Sama?! Sama seperti waktu aku mikirin kamu, ya.

                                                          KAMU?!

Eh tapi, kamunya malah berdendang santai sama pujaanmu. Eh, kamu bilang, kamu menyembunyikan dukamu dibalik senyuman. Oakay.. aku bisa ngerti kepedihan jadi orang yang yahh tak dianggap. Iya siapa lagi kalo bukan sama pujaanmu. Dan kamu jangan bales dendam juga dong ke akunya.

                                                          GILA?!

Iya aku gila. Emang aku udah gila. Bisa jatuh buat kedua kalinya sama kamu. Eh tapi aku bukan kamu. Cukup yang kamu tahu aku ngga suka sama kamu, menghindar dari kamu. Tapi sebenarnya aku secret admirer kamu. Yang diam-diam masih tetap memantau kamu meski dari jauh. 

                                                HUALLLAHHHKAH MBOHHH?!!?!?!

Sekarang ini opini tentang kamu, sedang gencar-gencarnya bergerilya di jaringan otakku. Sampe punya pengaruh di mataku,hidung, sama telingaku. Hahaha. Ngelihat kamu sibuk sendiri bicara sana-sini. Mencium bau parfummu yang khas kamu itu, yang bisa ngusir makhluk penghisap darah kecil itu. Dengerin suara kamu yang.. yahhh .. gitu deh ,, Cuma aku yang tahu. Ya, cukup aku sendiri yang nyimpen, kali ini aku ngga mau dibilang aku yang biasanya, yah meskipun bayang- bayang sang mantan masih menghantui aku. Tapi, aku berusaha, berusaha mengganti dia sama kamu. Iya, semoga bisa,

Ngebayangin gimana cerewetnya kamu, sama aku yang cerewet banget ini, di ikat dalam satu hubungan, yang kalo dibayangin jadi bikin aku tambah berharap. Dan lagi kayanya itu Cuma bayang-bayang aja .  Tapi bukan ngga mungkin kan? Kita bisa sama-sama?

Yang penting just HOPE, TRY and PRAY gitu deh.

February 27, 2013

Februari

Februari. Yah… Bulan penuh cinta memang.
Tapi entah kenapa, aku merasa akan lebih baik jika bulan ini cepat berlalu, atau dihilangkan saja? Banyak, bahkan terlalu banyak kenangan pahit yang disimpan bulan ini. Perlukah aku jelaskan?
Yah, sebut saja, bulan ini, aku mulai merasakan cinta, dan tepat di bulan ini cinta itu juga harus mati. Tahun lalu tepat di bulan yang sama, Cinta juga membunuhku. 3 tahun lalu, tepat di bulan yang sama, aku kehilangan cintaku. 10 tahun yang lalu. Tepat di bulan yang sama juga. Aku ditinggalkan sahabat terbaikku untuk selamanya. Masih mau bilang ini bulan penuh cinta? Pada kenyataannya ini bulan yang penuh dengan ‘SHIT’. Penuh dengan omong kosong. Penuh dengan lubang.

Hahaha….
Aku cukup menertawakannya saja.  Menertawakan kamu yang begitu memuja bulan ini. Pernahkah kamu merasakan, aku, perasaanku ketika kamu mengatakannya? Penderitaanku karena harus menjalani sebuah dilemma hidup dimana ada kamu didalamnya? Kenangan bersamamu untuk yang terakhir kali, Janji-janji kecil yang cukup membuat aku tenang. Yang membuat aku tidak perlu khawatir malam datang dan melaluinya dengan tenang karena aku yakin ada kamu disana, di hari selanjutnya. Pernah kamu pikir bagaimana rasanya melewati malam dengan kekhawatiran. Layaknya seorang anak kecil yang takut akan kegelapan dan monster malam? Kamu tahu bagaimana rasanya berada dalam posisi itu?
Berkali-kali aku memilah, membungkus satu persatu ingatanku. Sudah kukuatkan ikatannya agar tak lepas lagi. Ingatanku akan sosokmu yang dengan santainya berkata, ‘aku sudah bahagia sekarang, hiduplah dengan tenang dan layak ya?’. Kamu pikir mudah? Kamu yang bodoh atau aku yang oon disini?
Aku pikirkan berkali-kali, apa yang salah denganku? Apa yang salah dengan cara berpikirku? Atau bahkan ada yang salah dengan otakku, dengan kata lain, aku gila.
Ha? Ya, aku gila, gila karena kamu, sehingga aku harus di isolasi di ruang yang bernama kesendirian, dan bukan hanya jiwaku saja, tapi ragaku juga, ikut terisolasi. Hujan yang tidak mengijinkan aku untuk keluar dari rumahku sendiri. Dia tahu aku pribadi sendu, yang selalu menangis tiap aku merasa tertekan. Ya, menangis hanya satu-satunya jalanku membebaskan emosiku. Tapi emosiku hanya aku yang menyimpannya sendiri.
Kalian tahu, lampiasanku disini adalah salah satu bentuk nyata dari sebuah kecengenganku. Yang harusnya ini yang aku ceritakan pada kamu..
Lampiasan dari jiwaku, yang kini mati-matian membendung duka yang dengan kreatifnya kamu ciptakan dan tanamkan dihatiku. Oh, aku tahu, kenapa, karena kamu pikir, hatiku sudah rusak? Tubuhku sudah renta, hingga kamu bunuh perlahan begitu. Kenapa tidak saja langsung kamu bunuh, langsung hentikan jantungku, seperti penyakit yang aku derita? Mudah kan?
Tapi, itu semua adalah pilihanmu, aku tak lebih dari bonekamu. Benar kan?

February 14, 2013

Sajak Untuk Dia

Dia, sesuatu yang aku sebut hidup
Dia, sesuatu yang aku sebut kebahagiaan
Dia, sesuatu yang aku sebut nyawa,
Dia, sesuatu yang aku panggil malaikat.
Dia, sesuatu yang aku sebut ilusi
Dia, sesuatu yang aku sebut kebutuhan jiwa,
Dia, sesuatu yang aku sebut mimpi
Dia, sesuatu yang aku sebut cita-cita
Dia, sesuatu yang aku sebut masa depan
Dia, sesuatu yang aku sebut rindu
Dia, sesuatu yang aku sebut rasa
Dia, sesuatu yang aku sebut memori
Dia, sesuatu yang aku sebut kenangan
Dia, sesuatu yang aku sebut air mata
Dia, sesuatu yang aku yakini cinta

Dia, yang aku sebut inspirasi
Dia, yang aku sebut harmoni
Dia, yang aku sebut melodi
Dia, yang aku sebut diksi

Dia, sesuatu yang aku dendangkan
Dia, sesuatu yang aku tulis dalam bait puisiku
Dia, sesuatu yang aku ucap dalam larik jiwaku
Dia, sesuatu yang aku hirup dibarisan oksigenku
Dia, sesuatu yang aku suka dalam deru hujan
Dia, yang aku rasakan cuacaku

Dia, yang aku sentuh teksturnya
Dia, yang aku sebut kegelapan
Dia, yang aku sebut malam
Dia, yang aku sebut rona
Dia, yang aku sebut mega-mega

Dia, yang aku sebut hangat
Dia, yang aku sebut keindahan
Dia, yang aku sebut cahaya
Dia yang aku namakan Matahari,
Dia...
     Ya..
Dia..
     H.. :D
Dia....
     Ya...

Dia, yang aku tahu Kamu..

  )  *  :)  *

Yang di dalam namamu ada ...
               Emoticon Senyum

January 18, 2013

Malam dengan Kesunyiannya

"Malam itu indah"

Itu yang kamu katakan jelas.. :)

Tapi sekarang, aku merasa  bukan apa-apa,,
Karena Di dalam malam itu tidak ada sosokmu..
Kamu masih tetap Mentari yang dulu,
Yang menyinari seluruh hati, hari dan bahkan jiwaku..

Apakah kamu menganggapku hanya malam yang sekedar malam?
Tempat semua orang mengabaikanku?
Apa kamu sama seperti mereka,

Jangan katakan kamu, juga menganggap seperti itu,
Jangan!!!
Itu sama saja membunuhku,,
..

Pernah melihat matahari dalam gelap?
Harapanku juga pernah sirna karena pertanyaan konyol ini..


Namun aku terus mencari, mencari, dan mencari..
Meski tanganku gemetaar,
Jiwaku lelah..
Tubuhku tak lagi tegak..
Hampir tak bernyawa juga,
Aku terus berusaha..

Beranjak dari cemoohan mereka..

Tau bagaimana rasanya?



 Ya seperti boneka itu,
Mati!
Ditusuk tepat di hati,

Coba kamu yang jadi boneka itu?
Rasakan perihnya di tusuk..
Di Buang, atau di abaikan...

Cuma aku yang bisa merasakan.. karena aku korbannya.. :)

Berkabung Bersama Mendung

Aku sudah lupa rasanya mengerjapkan mata katerna Matahariku,
Aku gagu rasanya, bersentuhan dengan sedikit matahariku

Kamu tau Kenapa?

Karena aku sudah hidup bersama mendung untuk waktu yang lama,
 Mengertikah kamu bagaimana rasanya ?
Berada di tempat yang mengerikan tanpa adanya cahaya?

Hanya matahari yang kuharapkan ditengah dingin ini..
Aku benci dingin..

Aku butuh matahariku,
Untuk menghangatkan hatiku yang sudah kaku.

Mungkin,,
Matahari masih tak bisa melihatku
Karena ada mendung yang menyelimutinya...
Heran. Dia matahari tapi tak kuasa atas mendung.
Harusnya bisa saja ia menghalau mendung itu untuk jadi hujan

Benar kan?

Ternyata matahari masih belum bisa berpikir waras.


January 17, 2013

Masih Tentang Si Kakak

Fiuuhhh.. Setelah Sekian banyak jadwalku,, dari manggung sana-sini, syuting, fashion show, Pemotretan, sampe ngesot pinggir jalan sekalian #bohongdehh ,, akhirnya aku dapet waktu buat ngejabanin kamu lagi Blog?! yuhuu senengnya sampe guling-guling sana-sini.. tralalala trililili,,

Helooww,,, Spada,, Anybody here?

Yah setelah beberapa hari Fullday yang katanya Kakak kelasku Dulu kelas XII itu Santai sekali yang katanya tidak ada tugas yang menumpuk dari pelajaran ke pelajaran dan yang ternyata setelah aku menjalaninya sendiri dan aku bisa merasakan kalau SEMUA SALAH BESAR.. #tuh gue capslock+Bold tulisannya. Tuh masih belom di puncaknya.. ntar puncaknya pas aku UJIAN NEGARA  #capslock lagi..

Huft.

Tapi masih ada secercah mentari dan kali ini masih diselimuti kabut dan meski aku adalah malam yang hanya bisa melihatnya dari jauh dan ia hanya bisa melihat seseorang yang mungkin udah ada yang punya.. #Ceiceicei  sempet*nya..

Udah* Capek, #Next
Ya, itu dia si kakak itu,,
Si kakak yang sempat jadi seniorku, di Organisasiku, Kakak cantik .#ini cowo loh ciyuss!!. hehe..
Ngga tau kenapa ya, kalo aku liat kakak itu, aku ngerasa degdegdeg     seerrrrrrrrr....!
Pokoknya aneh lah sama kakak itu, aku ngerasa pingin jadi yang the best di organisasiku dulu ya berkat kakak itu, aku kuat menghadapi segala rintangan, ya berkat kakak itu, dan sampai aku merasa jenuh sekali sama hidupku ya, kakak itu solusinya,, kakak itu jadi Klinik Tong Fang buat aku..  #Mungkin, Ekh Kok Tong Fang sih?

Iya, berkat ke klinik Tong Fang saya yang pertamanya waras jadi gila tingkat akut.. terimakasih Tong Fang.. (lholholholho.. kok..)

Abaikan Yang tadi !..

Serius ya ini,,

Kakak itu , Kakak yang tinggi, Putih, tapi karena bedak ato emang bneran putih? ngga tau juga.. hehehe.
Yang jelas aku suka kakak itu . (Titik) plus ! ( tanda Seru) dan ga pake , (koma)

Meskipun banyak yang bilang,, "Kenapa sih kamu kok suka ama dia?" #diam tanpa kata, "kan kabarnya dia suka ama orang lain?" #speechless , "Ntar bisa tuker-tukeran bedak donk?" #pingsan
"Apa sih yang kamu suka dari kakak yang melambai itu? " What? Melambai? Ha? #Oke kali ini ngga bisa tinggal diam, ambil pentungan dan sebangsanya, kalo perlu jurus chidori punya sasuke aku gabungin ama rasengannya naruto, plus sabaku no gaara gue hancurin dia! enak aja bilang pujaanku melamabai.

Huft .. Yang aku suka dari dia, Sifat kepemimpinannya, Ketegasannya, Kepintarannya terutama, eh menurutku loh ya?  memang sih, menurut kalian aku terlalu idealis. Dalam artian ngga mau liat kecacatan dari dia, yang kalo diliat ato mengenal lebih dekat lagi pasti akan keliatan.

Ya, Aku menyukainya, lebih dari aku menyukai yang ada di dunia ini, Tapi aku lebih mencintai diriku, Harga diriku, he.em meski aku suka tapi aku diam, itu jawabannya, dia itu matahari kan, pusat tata surya, yang ga bisa di dekati dengan mudah, bukan gengsi ato apa, tapi kesannya lebih dekat ke takut, ya takut, inget deh gimana rasanya pas dia bentak aku, pas LDK dulu, deuuuhhh takuut. syeeerrrreeemm...

He ini ciusan.. kelihatannya kaya gitu kan... tapi dia berhasil bikin salah satu temenku dulu, apa ya? bukan temen sih lebih tepatnya kenalan eh mantan teman.. Bertekuk lutut sama Kakak itu, entah itu beneran tulus ato cuma action... sekali lagi ac-ti-on,,, Aku waktu itu emang ga tau apa-apa sih, soalnya aku sakit waktu itu, beneran sakit sampe di bawa ke U-K-S,, UKS temen-temen.. Eh ada insidenitu, ya aku bela-belain masuk barisan padahal kepala lagi nyeri-nyeri, kepala senut-senut, minum oskadon.. #lho? jadi iklan..

Abaikan!
Ya jadi aku bela-belain masuk barisan cuma biar aku ngga di cap pengecut,.. Pe-nge-cut,, kenapa ?
Dari dulu sih, Aku punya prinsip, jangan sampe aku di cap pengecut sama orang-orang di lingkunganku,
Kaya waktu itu, Nama baikku di pertaruhkan, semacam ada yang nyebar fitnah klo aku suka ama pendampingku waktu MOS SMA dulu, Iya kalo orangnya itu ganteng, Mukanya mulus,, Lah ini?! Ngga kaya Kakak itu, kan aku udah bilang aku ngga suka sama Orang Culun model gitu.. Nah ini..
Dan jadilah berita kalo aku suka sama cunguk satu ini menyebar bak undangan pesta dansa pencarian putri untuk pangeran Philip.. di cerita* Cinderella itu lohh..

Eh, yang nyebar fitnah siapa yang dilabrak siapa, Dia ngelabrak aku via salah satu Jejaring sosial, Terus pake bawa-bawa nama sahabat baikku lagi. Ya akhirnya sahabatku itu ngga terima kan, di Tonjoklah dia, tepat di matanya kali ya? sampe jerawatnya yang kaya gunung itu pecah?! ehh,, Aku besoknya dilabrak orang satu kelasnya dia.. Jujur sih takut, ada, pertamanya ngga, tapi karena sana main tangan,, Dan jumlah ga imbang, ya iya sana satu batalyon badannya bongsor-bongsor, dan aku seorang diri, mending nyerah dulu deh,,
Terus mereka nyuruh aku ngomong ga jelas yang intinya aku harus mengakui hal yang tidak aku lakukan sama sekali,, Pasrah, ya iya satu batalyon gitu,,, Akhirnya Besoknya.. aku selesaikan jalur BK. Malah aku yang disalahin..



Kelihatannya disini berlaku hukum 
Pasal 1 : Senior tidak pernah bersalah
Pasal 2 :Jika Senior terbukti bersalah kembali ke pasal 1.

Jdoeengg... gakuku dehh... Jangan sampe aku jadi senior kaya gitu, Jadi senior yang adem ayem aja deh kaya kakak itu.. : iya Matahariku. meskipun denger" Kakak itu pernah punya masalah sama Setan Kunyuk itu. berarti kita sama Kak, kamu ngammuk ke dia, dan aku wada balas dendamnya dia. Tapi lumayan lah bisa dapet satu tonjokkan waktu itu..hehehe

Kok jadi cerita tentang itu sihhhh....??????? 
Ya aslinya sih ngga mau nulis tentang peristiwa itu tapi,, gara-gara peristiwa itu banyak yang takut sama aku, kaya aku ini monster aja... :(
Bagi yang merasa Maaf ya.. :)
Kalo ga ngerasa ya udah..

Akhir kata Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh...

Sang Mentari Pengabai..

Aku tidak begitu mengerti akan jalan pikiranmu..Kau datang ketika membutuhkan, pergi ketika sudah mendapatkan apa yang kau inginkan..Kadang kau anggap aku special bagimu, tapi kadang kau anggap aku bukan siapa-siapa bagimu..

Begitulah yang aku rasakan terhadapmu,
Ketika mentariku Pergi dan tak mau kembali
Hidupku Beku!
Menjadi resah karena tak ada lagi penghangat hati yang aku banggakan.
Selalu aku rindukan, tetapi
Kamu memilih pergi karna rasa bersalahmu sendiri,
Dan mungkin juga hatimu masih pada Sang pembuat hujan?

Kamu yang aku anggap sang mentari,
Perlahan-lahan menjauh, memilih berkelana di luar sana, meski tetap bertumpu dan berharap pada hujan.
Sakit memang pertautan hati nyang tak bisa bersatu,
Meski si senja tetap di dekatku, masih saja aku lebih berpihak pada matahari,
Apapun bisa aku lakukan hanya untuk menulis sebait kecil puisi untuk sang mentari.

Mengikuti kemana ia pergi ,
Sang mentari meski banyak hal yang menghalangi ku, bertemu denganmu,
Aku masih tetap berharap hati mu akan berakhir denganku.
Meski Aku hanya sebuah Malam untukmu.


January 14, 2013

Apa Perlu Ku Tegaskan?!

Saat ini mungkin hanya keheningan yang dapat mengerti aku, ya , Keheningan.
Mereka diam dan mendengarkan aku..
Sedang titik-titik hujan diluar sana? 
Mereka egois?! , Berisik semaunya sendiri, mereka pikir aku butuh, mendengarkan dengungan mereka dari teras rumahku? Tidak?! 
Ya, kutegaskan sekali lagi, Tidak..
Bagiku sekarang hujan itu sesuatu yang cengeng.. 
Hei, bukan berarti aku tidak suka hujan, hanya saja aku M.U.A.K. !, Muak, sekali dengan rongrongan mereka, yang katanya sendu, menghanyutkan.
Apalagi kenyataan bahwa hujan membawa memori tentang kamu, tentang kamu yang terdiam, mematung mengagumi air jatuh itu. 

Dan lagi Bodohnya, aku hanyut bersamamu, menatap titik" air yang jatuh..
Hanyut menikmati melodi dari titik"hujan yang jatuh ditanah, di genting, di dedaunan itu..

Padahal jika kutelaah seksama.. 
Kamu seperti air hujan itu akhirnya,,
Sama,
 Pertama nampak, namun kemudian menjelma jadi embun..

Sebenarnya, kenyataannya aku yang dibodohi olehmu,
atau 
aku yang dengan suka rela menjadi bodoh karena perasaanku terhadapmu..


Oh, Okelah,, anggap sesuka hatimu,
Anggap saja aku gila,
Marah terhadapmu lewat Tulisan yang kuanggap Bodoh ini juga..
Oh aku salah, salah, aku bukan marah terhadapmu, tapi marah terhadap kebodohanku,,

Eh iya, mana mungkin kamu sadar akan kenyataan,,
Yang kamu lihat semua cuma Ilusi kamu kan?
Sedangkan kenyataan yang sebenarnya 
Kamu lebih memilih membuangnya

Seperti aku, melihat kamu, 
Seperti khayalan manis di ujung senja, manis.. Sendu.
Tapi semakin lama semakin gelap. dan kelam.. 
Kegelisahan.. semua menumpuk di satu waktu.
Bayangan tentangmu..
Ilusi itu...

Seperti hasil karya abstrak..
Tidak bisa dimengerti maksudnya..
Bukan tidak bisa sih tapi lebih tepat disebut sulit.
Kamu juga begitu.. 
Karena didepan matamu. ada kabut, yang ingin menang sendiri..

Eh ini luapan dari hatiku.. 
Kemarahanku sendiri,, 
Bukan untukmu...Bukan untuk Kamu banggakan.
Bukan untuk kamu lontar-lontarkan ke khalayak?!
Eh ?! Aku bicara padamu?!!
Pada kepala batumu juga?!
Aku bukan bicara pada otakmu, tapi hatimu lebih tepatnya.
Ya, hatimu.

January 13, 2013

Kenangan Tentang Kamu, Sang Hujan

 Dalam sebuah cerita, pasti akan ada beberapa bagian yang paling disukai diantara bagian-bagian lainnya. aku juga memiliki beberapa bagian tersebut. Salah satunya saat hujan seperti ini. aku dan kamu, kita. Saat dalam perjalanan dialog di beranda rumahmu dan tiba-tiba hujan datang mengahampiri.

Seperti sebuah kotak musik yang tidak akan berhenti memainkan musik ketika dibuka, begitupun kita yang akan terus menganga saat melihat tetesan-tetesan air perlahan-lahan turun ke bumi. Membasahi tanah dan menimbulkan aroma khas yang selalu kita nanti.

Malam itu, bukan senja, ya senja itu  kita duduk berdua,, dibalik Jendela kaca, yang seakan menjadi etalase kita, 
Aku diam memucat tidak berani membuka mulut, meski dingin merasuk tajam melalui pori-pori jaketku, dan mungkin bisa membuat aku beku seketika. Tetapi, ketika melihatmu mematung mengagumi hujan, itu jadi sesuatu yang aneh, seperti roh-roh aneh merasukiku, aku ikut hanyut dalam diammu, mengikuti setiap sudut tatapanmu, bagiku hujan saat itu ada disampingku, bukan di depanku, di luar etalase kita..


Kamu dengan senyuman itu, ya, senyuman itu, senyum yang seakan sanggup melelehkan gundukan es di kepalaku, senyum yang cantik. Senyum yang membawa damai dalam relung hatiku,, 
Kamu menatap Mataku, dalam diam. Aku cuma bisa ternganga. Bodohnya aku, Ya aku masih si kecil lugu, tapi Kamu bilang aku hebat! Bisa menghancurkan kamu dalam untaian waktu yang singkat.. 
Seperti tasbih yang bisa dihitung dengan jari.. 

Jika saja yang ada di hatiku bisa aku ungkapkan kepada kamu,, yang ada di bibirku bisa sama dengan yang ada di hatiku.. Pasti, Kamu tidak akan menderita seperti ini. Menganggap aku yang jahat, dan kamu yang kusakiti. 
Jika saja, 
Huh, kata "Jika saja" sudah seperti harapan palsu bagi ku,, 
Jika saja adalah satu bentuk penyesalanku.

Aku selalu saja membayangkan,, bisa duduk bercanda dengan Kamu , 
Kalau saja bukan karena keegoisanku,, 

hah?! lagi-lagi  aku cuma bisa menghembuskan penyesalan sial itu?! 

Bagiku kamulah Hujanku, 
Kau tau
Saat awan kelam tak lagi ku anggap penganggu senja
Pembawa hujan itu  tak terlalu buruk
Tuk diabadikan dalam memori
Setiap hujan datang ku sempatkan duduk bersamanya.. meski kali ini cuma di balik etalase. 
Dan dibalik etalase itu Satu boneka hilang ,, dan menjelma jadi hujan..