Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

February 14, 2013

Sajak Untuk Dia

Dia, sesuatu yang aku sebut hidup
Dia, sesuatu yang aku sebut kebahagiaan
Dia, sesuatu yang aku sebut nyawa,
Dia, sesuatu yang aku panggil malaikat.
Dia, sesuatu yang aku sebut ilusi
Dia, sesuatu yang aku sebut kebutuhan jiwa,
Dia, sesuatu yang aku sebut mimpi
Dia, sesuatu yang aku sebut cita-cita
Dia, sesuatu yang aku sebut masa depan
Dia, sesuatu yang aku sebut rindu
Dia, sesuatu yang aku sebut rasa
Dia, sesuatu yang aku sebut memori
Dia, sesuatu yang aku sebut kenangan
Dia, sesuatu yang aku sebut air mata
Dia, sesuatu yang aku yakini cinta

Dia, yang aku sebut inspirasi
Dia, yang aku sebut harmoni
Dia, yang aku sebut melodi
Dia, yang aku sebut diksi

Dia, sesuatu yang aku dendangkan
Dia, sesuatu yang aku tulis dalam bait puisiku
Dia, sesuatu yang aku ucap dalam larik jiwaku
Dia, sesuatu yang aku hirup dibarisan oksigenku
Dia, sesuatu yang aku suka dalam deru hujan
Dia, yang aku rasakan cuacaku

Dia, yang aku sentuh teksturnya
Dia, yang aku sebut kegelapan
Dia, yang aku sebut malam
Dia, yang aku sebut rona
Dia, yang aku sebut mega-mega

Dia, yang aku sebut hangat
Dia, yang aku sebut keindahan
Dia, yang aku sebut cahaya
Dia yang aku namakan Matahari,
Dia...
     Ya..
Dia..
     H.. :D
Dia....
     Ya...

Dia, yang aku tahu Kamu..

  )  *  :)  *

Yang di dalam namamu ada ...
               Emoticon Senyum

January 08, 2013

Hujan dan Pelangi

Wangi lembab merasuk di alam heningku
Menguak lagi memoriku di masa lampau
Di dalam kereta besi 
Dan iringan sonata sendu
Kamu, Terdiam .. Bagai Elang
Matamu awas, menerkam jalanan basah
Yang berkelok
Kalau saja bukan karena ulah sang Hujan
Jalanan itu takkan menciptakan memori 
Seperti ini..

Hm... 
Sepertinya aku terlalu sering menyalahkan Sang Hujan..
Hingga pelangi di sebelahku terlihat garang..

" Kamu tahu tidak? Jika tidak ada Hujan, Pelangi tidak bisa muncul.." , ujarnya dengan tersenyum

" Aku suka Hujan, seperti aku suka Matahari.. Berkat mereka aku bisa melihat Pelangi..", ungkapnya jujur

Tampak dari sudut matanya yang seperti bulan sabit.. 

Ialah Pelangiku
Yang memberi arti cinta pertama kali
Yang memberi arti sedih pertama kali
Yang memberi arti kata tulus pertama kali
Pelangi yang hanya bisa kulihat 
Pelangi yang memendarkan 7 warna dari satu titik
Ia juga yang memberi arti Setia
Dan juga Candu

Pelangiku
Selalu dalam hatiku...

Dan ia masih tetap sosok pelangi
Dari hariku yang gelap
Ia yang datang dan memberi paket tawa dan warna dalam hidupku..

Dan sang hujan... 
Yang memberiku pelangi..
Aku ... Berterimakasih padamu.. dan kenangan tentangmu..

December 03, 2012

Masih Tetap Tentang Malam

Malam kini didepanku,,
Masih menebarkan aroma lavender
Yang jadi canduku
Malam terdiam sendu
Dalam geraknya yang tak beraturan
Malam gelisah
Malam kesepian
Malam menatap matahari
Mencoba mendekat
Tapi tak bisa Malam dengan mata sendunya
Terdiam dengan nanar
Mengingat dukanya yang dalam
Malam mencoba ceria
Ia mencari perhatian
Dari satu bintang ke bintang lain
Malam  menyimpan harapan
Malam sedikit menangis
Ia tahu ia takkan berhasil
Aku tahu malam mulai lelah
Menapaki langkah demi langkah
Darikehiupannya
Malalm tahu ia tak mungkin bisa
Berhenti sejenak
Karena ia masih harus beranjak
Dari satu sisi ke sisi lain...

Aku dan Malam

Aku masih disini
Menemani malam menangis sendiri
Rintiknya masih terdengar di atap
Malam kian sendu
Jeritnya menggelegar
Matanya sembunyikan duka
Malam terdiam
Coba bertingkah lagi
Coba menarik perhatian bintang
Malam tahu
Bintang hanya beri harapan palsu
Bintang kan segera pergi
Ketika mentari datang
Dan malam kembali berduka
Meski dukanya tak tampak
Malam mencoba ceria
Mencoba bawa sinar di kelamnya
Tapi aku tahu
Tatap nanar sang malam
Duka dalam yang melesak
Sinar mata sang malam
Tampak seperti sang malam
Masih berduka untuk berpuluh tahun lagi...

Tentang Malam.... :)

Masih tetap tentang malam
Malam yang bawa hujan rintik
Malam yang masih tetap berisik
Malam masih menyembunyikan dukanya
Meski ia tahu sinar matanya tak kalahkan itu
Malam sedikit jadi candu bagiku
Kuanggap canda tapi tak bisa
Malam dengan bau lavender
Yang mengelilinginya
Malam sedikit buat aku bahagia
Wanginya jadi sedikit obat akan dukaku
Meski aku tahu ia lebih beduka dari aku
Malam juga harus beranjak
Berada di sisi lain
Menghenyakkan Jiwa-jiwa yang lelah
Aku tahu malam masih berharap
Memberi sinar bagi mereka disana
Meski ia tahu ia gulita
Malam masih berharap pada bintang
Meski bintang hanya beri sinar palsu
Malam tidak tahu
Aku tak ingin dia beranjak dari sisiku
Tapi malam memaksa
Ia harus pergi....

November 02, 2012

Masih Dalam Diamku

Disini,
Hanya dari sini,
Aku bisa melihatmu, mengingatmu
Sosok yang hangatkan jiwa dan rasaku
Kulihat rapuhnya dirimu
Dibalik sosok tegap itu
Sosok yang lambungkan anganku di balik awan
Senyum dan wajah itu yang buatku terjaga dalam malamku
Sedikit-sedikit merasuk dalam diamku
Sosok yang menghantuiku..
Walau ku tahu ini salah,
Walau ku tahu kau sudah dengannya
Tak apa, kan ku pendam rasa ini dalam diam
Aku mencintaimu dalam diamku...

Aku tersadar
Dari lamunan Bodoh!!!
Di ujung subuh
Gulita, memudar
Titik demi titik
Menamparku pelan dibawah sadar
Kaukah itu?
Setitik pelita ditengah gulita???
Aku ingin bertemu,
Tapi aku sudah jemu..
Dengan larik monoton
Mantra kuno itu..
Pergi saja kau tak lagi ku inginkan..